Jumat, 05 Oktober 2012

Pantai Nipah: Kombinasi Pantai dan Ikan Bakar Sedap :9

Awalnya kami (saya, suami, dan adik-adik) nggak niat ke Pantai Nipah. Niat awalnya adalah nyari ikan bakar dan pengen makan langsung di TKP. Nggak pake maen ke pantainya. Beberapa kali suami bawa oleh-oleh ikan bakar. Itu kalo dia pulang kantor dari Tanjung memutar lewat Senggigi. Jadilah kami siang itu berangkat mencari ikan bakar.

Sampai di tempat, karena masih siang dan kami juga baru saja makan, kami menunda acara makan ikan bakarnya. Lagipula melihat-melihat pemandangan di sepanjang pantai arah barat laut pulau Lombok ini sungguh tidak bisa dilewatkan.

Beberapa kali kami deg-deg-an saat mobil kijang tua yang kami gunakan melalui jalan menanjak. Jalan menanjak yang dilalui pun nggak main-main meskipun nggak terlalu ekstrim sih (maksudnya apa coba). Lumayan lah bikin was-was. Takut aja mobil yang kami pake nggak kuat nanjak trus mundur..duuuurrrr.. Kan lucu.

Dari rute dan kontur jalan tersebut, saya membayangkan suami dari Tanjung pulang dengan memutar via Nipah. Ya Allah jauhnya...

Saya pun ngomel: "Besok-besok nggak usah beli ikan bakar lagi. Jauhnya kayak gini. Jalannya kelok-kelok lagi." Suami hanya tertawa. Saya jalannya nyante aja kok, katanya. Jawabnya dengan nyante pula... -___-

Pantai Nipah terletak di kabupaten Lombok Utara. Butuh waktu sekitar 30 menit dari Mataram untuk nyampe kesana. Rutenya adalah ikutin aja jalan raya Senggigi teruuuuuus ke utara. Jalan yang dilalui, meskipun berkelok dan banyak tanjakan, tapi kondisinya mulusss lusssss. Kalo pernah baca ulasan DetikTravel tentang Pantai Nipah disini, saya nggak setuju amat sama judulnya. Lha wong sapi yang ada paling berapa ekor, dibilang pantai penuh sapi. Kalo bandingin sama sapi yang merumput di pantai Kerandangan ya hampir sama lah... Dasar nyari judul yang sensasional biar dibaca :p

Berikut adalah foto-foto yang saya ambil selama jalan-jalan. Fotonya diambil pake kamera handphone sederhana saya. Maklum ya kalo hasilnya pas-pasan.. ;D



@ Malimbu 2. Itu nama pantainya apa ya? Waktu ngambil foto ini, anginnya kenceng beneeeeerrrrr...
Biruuuuuuuu..... Btw, iklan Hydrococo katanya syuting pas di bukit ini. Bukan bukit yang ono yak.
Pantainya landai, ombaknya nggak gede, enak buat main air. dan masih sepiiiiiiiiii.... Waktu itu hanya ada seorang anak kecil (kayaknya penduduk lokal) yang lagi berenang dan seorang bapak-bapak yang lagi mancing..
Sepanjang sore duduk disini, menatap luasnya laut, sambil menunggu waktu matahari tenggelam, ditemenin sama pasangan, ngomongin masa depan, anak-anak, rumah, impian, cita-cita, aaaaaaahhhh...
Danisa tentu saja girang bisa main pasir...

 Mingkem nak..


 Ini dia yang dicari. Nama ikannya apa ya? Lupa....


 Plus kelapa muda. Daging kelapa mudanya kenyalnya pas banget. Segeeerrr dan sedaaaaappp.
Ohiya, kalo ditanya berapa harga semua menu itu, saya nggak tau. Waktu itu, kami ditraktir oleh teman suami yang nggak sengaja ketemu disana. Dia lagi bareng sama ehem-ehemnya. Yah..biar nggak cerita di kantor gitu lah, hahahaha...


Sepanjang jalan di luar pantai Nipah, berderet penjual ikan bakar seperti ini.


Penjual menyediakan ikan yang sudah dibakar. Mereka juga menyediakan ikan yang belum matang dan disimpan dalam box sterefoam. Kita bisa memilih jenis ikan yang diinginkan untuk dibakar. Sayang nggak semua jenis ikan ada. Kebanyakan ya jenis ikan yang ada di dalam keranjang itu..


Ini bibik penjual ikannya. Orangnya sangat ceria dan ramah. Dua ekor ikan tersebut kami dapat dengan harga 20 ribu. Waktu saya minta contekan resep bumbu pengoles ikannya, si bibik menjawab: maaf ini resep rahasia. Huuuuuu...Gayaaaaaaaaa....


Matahari tenggelam di ujung jalan. Seperti judul lagu galau ya haha.. Nggak terasa hari menjelang senja ketika kami masih memesan ikan bakar buat dibawa pulang. Awalnya kami berencana: jam 5 teng udah pulang. Apaan ini sampe maghrib gini.. Nggak papalah yang penting seneng udah kesampean makan ikan bakar di pantai Nipah. Gratis pula, hehehehe...





1 komentar:

Hari Murti mengatakan...

mantab bu.. sore ini saya mau kesana ah