Kemarin saya membaca artikel di The Urban Mama. Artikel lama yang bercerita tentang perjuangan seorang ibu yang berusaha memberi ASI eksklusif untuk anaknya. Dimulai dari bayinya yang tidak mau menyusu pada putingnya yang datar, bertemu dengan konselor laktasi yang kurang menyenangkan, hingga akhirnya ia memberi susu formula saat anaknya berusia 7 bulan. Ibu itu mengeluhkan tentang pendapat orang-orang di sekitar yang seakan menyalahkannya mengapa ia memberi susu formula. Orang-orang yang ia sebut sebagai 'nursing nazis'.
Serem ya istilahnya....
Artikel tersebut banyak menuai komentar yang mendukung penulisnya. Yang membuat saya sedih adalah ketika membaca salah satu komentar dari artikel tersebut. Ada yang mengutarakan komentar seperti ini: "......toh susu formula kan bukan racun...."
:'(
Menurut pandangan saya, komentar tersebut seakan memberi 'ruang' untuk memberikan susu formula pada anak.
Iya sih susu formula bukan racun yang bikin kita tewas dalam waktu singkat. Tapi dengan mengetahui banyak masalah yang timbul di kemudian hari akibat pemberian susu formula (disadari atau nggak), saya nggak tega kalo melihat ada anak yang dikasih susu formula.
Danisa pernah merasakan susu formula. Saat itu saya putus asa dengan hasil ASIP yang makin seret saat Danisa berusia 10 bulan (ini salah saya yang tidak rajin merah ASI setelah ia berusia 6 bulan). Pertambahan berat badannya juga cenderung melambat. Ditambah waktu itu ia ogah-ogahan makan. Yang paling bikin sedih, semua orang mengatakan Danisa kurus.
Padahal kalo sekarang saya melihat foto-foto Danisa pada waktu itu, badannya oke-oke aja kok. Di grafik KMS memang plot berat badannya berada pada grafik hijau muda. Emang nggak gemuk sih, nggak chubby yang bikin gemes kayak bayi di iklan-iklan.
Semua hal tersebut seakan memberi jalan bagi mbah kakung yang sejak awal kelahiran Danisa selalu meminta saya untuk memberi Danisa susu formula. Saya sedih. Saya tidak bisa mempertahankan keinginan saya untuk tidak memberi Danisa susu formula.
Alhamdulillah... Keinginan saya itu diberi 'jalan keluar' oleh Allah swt. Setelah hampir 2 bulan mengkonsumsi susu formula, Danisa mencret! Karena sejak lahir Danisa jarang sakit, peristiwa mencret ini cukup membuat heboh di rumah. Yess!! Ini jadi alasan saya untuk menghindarkan pemberian susu formula sejauh-jauhnya dari Danisa.
Mbah kakungnya pun jadi berhenti menyuruh ngasi sufor. Kapok ngeliat cucu pertama kesayangannya itu mencret :))
Selanjutnya, alhamdulillah saya dipertemukan dengan akun twitter Erikar Lebang. Dari situ saya tau bahwa susu apapun selain ASI tidak diperuntukkan untuk tubuh manusia. Jadi semakin kuat buat menangkis yang nanya-nanya kenapa Danisa nggak dikasi susu formula.
Sekarang, melihat komentar "...toh susu formula bukan racun....." beneran bikin saya nyesek. Yah..mungkin ia belum tahu ya..
Dan kalo memang tetap ingin memberi susu formula, ya terserah sih.... :)
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” ―Pramoedya Ananta Toer
Tampilkan postingan dengan label #KibulanSUSU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #KibulanSUSU. Tampilkan semua postingan
Jumat, 08 November 2013
Sabtu, 09 Maret 2013
Melawan Arus (1) : #KibulanSusu
Tagar #KibulanSusu ini pasti udah nggak asing buat para followers erikarlebang. Tagar ini kalo saya diterjemahkan secara bebas artinya adalah: susu itu berguna untuk kesehatan? Ngibul tuh!
Ohya, susu yang dimaksud disini adalah segala jenis susu non Air Susu Ibu (ASI). Ya susu sapi, susu kambing, susu kedelai, dan kawan-kawan. Apapun bentuknya. Formula, UHT, dan lain-lain.
Melalui twit-twitnya, erikarlebang memberi penjelasan bahwa susu sapi dan susu lainnya sebenarnya tidak diperlukan oleh tubuh manusia. Pasti banyak yang nggak setuju sama kalimat yang saya garis bawahi tadi. Reaksi mayoritas yang timbul adalah:
1. Susu kan bagus buat kesehatan. Nutrisinya lengkap!
2. Susu itu tinggi kalsium. Bagus untuk pertumbuhan saat masa kanak-kanak dan mencegah osteoporosis.
Di sini saya tidak akan menjelaskan secara ilmiah kenapa dan bagaimana susu itu sebenarnya tidak diperlukan oleh tubuh manusia. Kalo pengen tau secara lebih detil dan ilmiah, sila meluncur ke webnya Erikar aja ya, di sini.
Di sini saya hanya mencoba menuliskan apa yang ada di kepala saya dan kondisi di sekitar yang berkaitan Kibulan Susu. Siapa tahu, kondisi yang saya tuliskan nanti juga terjadi di sekitar Anda.
Awal ketertarikan saya pada #KibulanSusu adalah tentang susu formula yang tidak bisa menggantikan posisi ASI bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita, kecuali dalam kondisi medis tertentu. Setelah mengetahui tentang ASI, ASI Eksklusif, MPASI, pola makan sehat serta menyapih ASI, keingintahuan saya bergerak ke arah ini:
Apakah setelah selesai masa menyusui (disapih), anak-anak perlu minum susu?
Ohya, susu yang dimaksud disini adalah segala jenis susu non Air Susu Ibu (ASI). Ya susu sapi, susu kambing, susu kedelai, dan kawan-kawan. Apapun bentuknya. Formula, UHT, dan lain-lain.
Melalui twit-twitnya, erikarlebang memberi penjelasan bahwa susu sapi dan susu lainnya sebenarnya tidak diperlukan oleh tubuh manusia. Pasti banyak yang nggak setuju sama kalimat yang saya garis bawahi tadi. Reaksi mayoritas yang timbul adalah:
1. Susu kan bagus buat kesehatan. Nutrisinya lengkap!
2. Susu itu tinggi kalsium. Bagus untuk pertumbuhan saat masa kanak-kanak dan mencegah osteoporosis.
Di sini saya tidak akan menjelaskan secara ilmiah kenapa dan bagaimana susu itu sebenarnya tidak diperlukan oleh tubuh manusia. Kalo pengen tau secara lebih detil dan ilmiah, sila meluncur ke webnya Erikar aja ya, di sini.
Di sini saya hanya mencoba menuliskan apa yang ada di kepala saya dan kondisi di sekitar yang berkaitan Kibulan Susu. Siapa tahu, kondisi yang saya tuliskan nanti juga terjadi di sekitar Anda.
Awal ketertarikan saya pada #KibulanSusu adalah tentang susu formula yang tidak bisa menggantikan posisi ASI bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita, kecuali dalam kondisi medis tertentu. Setelah mengetahui tentang ASI, ASI Eksklusif, MPASI, pola makan sehat serta menyapih ASI, keingintahuan saya bergerak ke arah ini:
Apakah setelah selesai masa menyusui (disapih), anak-anak perlu minum susu?
Label:
#KibulanSUSU,
ASI,
susu sapi
Langganan:
Postingan (Atom)